Prinsip-prinsip Manusia

Terdapat lima prinsip antropologis yang melandasi kemungkinan manusia akan dapat dididik, yaitu :
1. Prinsip Potensialitas
Pendidikan bertujuan agar seseorang menjadi manusia ideal. Printer Canon Sosok manusia ideal tersebut antara lain adalah manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan YME, bermoral/berakhlak mulia, cerdas, berperasaan, berkemauan, mampu berkarya. Di pihak lain manusia memiliki berbagai potensi yaitu: potensi untuk beriman dan bertaqwa kepada Tuhan YME, potensi untuk mampu berbuat baik, potensi cipta, rasa, karsa, dan potensi karya. Sebab itu, manusia akan dapat dididik karena ia memiliki potensi untuk menjadi manusia ideal.

2. Prinsip Dinamika
Ditinjau dari sudut pendidik, pendidikan diupayakan dalam rangka memfasilitasi peserta didik agar menjadi manusia ideal. Di pihak lain, manusia (peserta didik) itu sendiri memiliki dinamika untuk menjadi manusia ideal. Manusia (peserta didik) selalu aktif baik dalam aspek fisiologik maupun spiritualnya.Printer Canon

3. Prinsip Individualitas
Praktek pendidikan merupakan upaya pendidik memfasilitasi manusia (peserta didik) yang antara lain diarahkan agar mampu menjadi dirinya sendiri (menjadi seseorang/pribadi). Di pihak lain, manusia (peserta didik) adalah individu yang memiliki kediri-sendirian (subyektivitas), bebas dan aktif berupaya untuk menjadi dirinya sendiri. Sebab itu, individualitas mengimplikasikan bahwa manusia akan dapat dididik.

4. Prinsip Sosialitas
Pendidikan pada hakikatnya berlangsung dalam pergaulan (interaksi/komunikasi) antar sesama manusia (pendidik dan peserta didik). Melalui pergaulan tersebut pengaruh pendidikan disampaikan oleh pendidik dan diterima oleh peserta didik. Hakikatnya manusia adalah makhluk sosial, hidup bersama dengan sesamanya. Dalam kehidupan bersama dengan sesamanya ini akan terjadi hubungan pengaruh timbal balik dimana setiap individu akan menerima pengaruh dari individu yang lainnya. Sebab itu, sosialitas mengimplikasikan bahwa manusia akan dapat dididik.Printer Canon

5. Prinsip Moralitas
Pendidikan bersifat normatif. Artinya dilaksanakan berdasarkan sistem norma dan nilai tertentu. Disamping itu, pendidikan bertujuan agar manusia berakhlak mulia; agar manusia berperilaku sesuai dengan nilai-nilai dan norma-norma yang bersumber dari agama, masyarakat dan budayanya. Di pihak lain manusia berdimensi moralitas, manusia mampu membedakan yang baik dan yang jahat. Sebab itu, dimensi moralitas mengimplikasikan bahwa manusia akan dapat dididik.Printer Canon
Atas dasar berbagai asumsi di atas, jelas kiranya bahwa manusia akan dapat dididik. Sehubungan dengan ini M.J. Langeveld (1980) memberikan identitas kepada manusia sebagai “Animal Educabile” atau hewan yang dapat dididik.

Share this article on: