Dinas Pendidikan Bali Perhatikan Siswa Kurang Mampu

Denpasar, Bali--Sejak tahun 2011 Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga, Propinsi Bali mencari siswa miskin lulusan SMP yang berprestasi untuk disekolahkan  di satuan pendidikan SMA dan SMK.  Upaya ini adalah salah satu perhatian Gubernur Propinsi Bali agar anak-anak dari keluarga  tidak mampu tetapi secara akademik memiliki kecerdasan untuk disekolahkan  sehingga dapat memotong garis kemiskinan yang dialami keluarganya.

Saat ini terdapat 240 siswa yang telah direkrut dan disekolahkan tersebar di SMA dan SMK di Propinsi Bali, kata Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Kadispora) Propinsi Bali, Drs. A. A. Ngr. Gde Sujaya, M.Pd,  ketika ditemui di ruang kerjanya, Selasa, 23 Juli 2013.

Menurut Kadispora, ke-240 siswa tersebut direkrut pada tahun 2011 sebanyak 50 siswa, dan tahun 2012 sebanyak 50 siswa di sekolahkan di SMAN Bali Mandara kabupaten Buleleng. Pada tahun 2013 direkrut sebanyak 140 siswa dititipkan di setiap SMKN kabupaen dan kota masing-masing 10 siswa.
Untuk mendapatkan siswa miskin tersebut, Dinas Dikpora membentuk tim bersama sekolah dengan mengunjungi kerumah dari keluarga miskin. Siswa lulusan UN SMP tersebut dites terlebih dahulu baik tes psikologi maupun TPA nya. “Dengan berdasarkan data lapangan maka diyakini tidak salah sasaran dalam pemberian beasiswa miskin ini”, kata Kadispora, Sujaya.

Dana yang disediakan, lanjut Kadispora, melalui dana Bansos APBD Propinsi Bali. Setiap siswa untuk SMK dianggarkan 22 juta/siswa/tahun. Dana tersebut untuk membiayai pembelian buku, baju, makan dan pemondokan. Setiap siswa perminggu mendapat uang saku sebesar 50 ribu rupiah.
Kadispora Sujaya, berharap para siswa yang mendapatkan beasiswa misikin ini, kelak dapat melanjutkan pendidikan kejenjang yang lebih tinggi yaitu masuk ke PTN melalui jalur Bidikmisi. “Dengan merubah nasib mereka melalui pendidikan diharapkan kehidupan sosial ekonomi nya tidak terwariskan dari orangtuanya yang miskin.”, kata Sujaya.

Program ini lanjut  Sujaya, akan terus dilakukan ditahun mendatang sekaligus untuk meningkatkan APK SMA/SMK yang masih rendah dan  sebagai wujud pelaksanaan program pendidikan  menengah universal yang telah dicanangkan Kemdikbud 25 Juni 2013 yang lalu imbuhnya. (SET)

Share this article on: