Makalah BAB II Tempat Ruang dan Sistem Sosial

BAB II
PEMBAHASAN


2.1.    Konsep Ruang dan Pemanfaatannya
Planet bumi menurut sepengetahuan manusia adalah satu-satunya tempat yang memenuhi syarat untuk hidup. Menurut istilah geografi umum, seluruh permukaan bumi tersebut adalah ruang (space) yang merupakan lapisan biosfer (lapisan hidup), tempat hidup tumbuh-tumbuhan dan manusia. Harga Sepeda Balap
Dalam memahami ruang tergantung dari sudut pandang ilmunya terdapat empat konsep tentang ruang yang diajukan oleh bidang ilmu yang berbeda, yaitu
1.      Ruang menurut geografi
Ruang dalam pandangan geografi dapat dinami berdasarkan topik, aktivitas manusia dan regional. Atas dasar itu, dalam ilmu geografi akan menggunakan pendekatan keruangan untuk berbagai studinya.
Dalam melakukan pendekatan terhadap gejala dan masalah geografi akan menggunakan :
a.      Pendekatan topik utama
Dalam pendekatan ini. Biasanya mencari apa yang menjadi pusat perhatian manusia contoh disuatu daerah yang menjadi topik utama adalah kelaparan.
b.      Pendekatan kepada aktivitas manusia (human activities)
Dalam pendekatan ini menyorot kegiatan manusia atau kegiatan penduduk di sesuatu daerah atau di suatu wilayah yang bersangkutan baik ditinjau dari penyebarannya, interelasinya dan deskripsinya dengan gejala-gejala lain yang berkenaan. 
c.       Pendekatan regional
Pendekatan yang mendekati suatu gejala atau suatu masalah dan region atau wilayah tempat gejala atau masalah tadi tersebar tekanan utama pendekatan ini pada ruang atau wadahnya, bukan pada topik atau aktivitas manusianya.

2.      Ruang Menurut Ekologi
Ekologi khususnya ekologi manusia berkenaan dengan interaksi antara manusia dengan lingkungannya yang membentuk suatu sistem ekologi atau ekosistem.
Ruang menurut ekologi sebagai suatu bentuk ekosistem hasil hubungan dan penyesuaian antara penyebaran dan aktivitas dengan lingkungannya pada area atau daerah tertentu. Berdasar hal ini, interelasi manusia didekati atau dikaji berdasarkan konsep dan prinsip ekologi. Harga Satria FU
Pada tahun 1910, seorang ahli geografi Amerika Serikat. RE Park menerapkan konsep ekologi manusia untuk menelaah manusia dengan lingkungan dalam hubungan jalinan hidup (web of life) pada tempat tinggal manusia.

3.      Ruang Menurut Ilmu Wilayah
Wilayah (region) merupakan ruang geografi yang memiliki ciri khas tertentu. Lebih tepatnya yaitu kesatuan alam yang seragam dan atau kesatuan masyarakat dengan kebudayaan yang khas sehingga dapat dibedakan satu wilayah dengan wilayah lainnya.
Berdasarkan konsep perwilayahan, ruang permukaan bumi dibatasi oleh keadaan fisik seperti wilayah geologi, wilayah vegetasi dan lain-lain serta berdasarkan sosial dan batas administrasi pemerintahan seperti wilayah ekonomi, wilayah sejarah, wilayah perkotaan dan lain-lain.
Suatu wilayah dapat ditentukan dalam ukuran yang luas dan lebih sempit. Dalam penentuan bats wilayah, banyak orang yang mengalami, kesulitan, karena itu pada umumnya akan diidentifikasi pada fungsi tertentu yang dikenal dengan istilah kawasan. Contoh kawasan industri, kawasan pedesaan, dan lain-lain.
Selain wilayah formal, ada pula wilayah fungsional (functional region) atau wilayah modus atau wilayah organik yaitu suatu bagian dari permukaan bumi, dimana beberapa keadaan alam yang berlawanan memungkinkan timbulnya bermacam-macam kegiatan, yang hasilnya berbeda dan saling mengisi dalam keperluan kehidupan manusia, contohnya kehidupan kota yang tidak bisa lepas dari daerah lainnya seperti daerah pertanian dan perikanan.
Berdasarkan pembedaan wilayah tersebut, perencanaan wilayah dibagi dua pendekatan, yaitu :
1.      Pendekatan teritorial
2.      Pendekatan fungsional

4.      Ruang Menurut ilmu perencanaan wilayah
Ilmu Perencanaan Wilayah (Planologi) berkepentingan dalam memahami ruang sebagai suatu hal yang berisi sarana dan prasarana untuk mendukung kehidupan manusia. Kota sebuah benteng ruang budaya ditimbulkan oleh unsur-unsur alamiah dan non alami dengan gejala-gejala pemusatan penduduk yang cukup besar dan corak kehidupan yang bersifat heterogen dan materialistis dibandingkan dengan daerah belakangnya (hinterland)
Kota sebagai pusat kegiatan, terdiri dari inti kota/ pusat kota (core of city) dinamakan pusat daerah kegiatan (PDK) atau Central Business Districts (CBD).
Mengingat fungsi kota sebagai pusat dari segala kegiatan manusia dan suatu kekomplekan khusus, maka penataan ruangnya selain harus tersedia juga harus melalui suatu perencanaan yang matang. Penataan ruang kota sebaiknya didasarkan pada kondisi fisik setempat, pemeritah kota sebagai pengatur kebijakan dan tingkat perekonomian serta kebutuhan penduduk terhadap fasilitas kota.
Akhirnya dari masing-masing pengertian tentang ruang ternyata memiliki fungsi yang berbeda-beda, walaupun pada akhirnya memiliki tujuan yang sama yaitu untuk diklasifikasikan sesuai dengan fungsinya sehingga dapat dilakukan pengaturan ruang agar lebih nyaman, berguna dan dapat berkelanjutan.

2.2.    Konsep Tempat dan Cara Memilihnya.
Bagi orang awam, konsep tempat jarang dibahas atau diperhatikan karena setiap saat orang telah terbiasa untuk memilih tempat pemilihan tempat dilakukan agar lebih nyaman dan tidak menyesal dikemudian hari. Sebagai contoh dalam memilih tempat tinggal, tentu dipilih menurut kriteria-kriteria tertentu yang dirasa perlu.


Dibawah ini akan dijelaskan mengenai suatu tempat seperti :
1.      Tempat sebagai suatu konsep yang terikat pada suatu lokasi dalam ruang
Dalam geografi, tempa yang diartikan sebagi suatu lokasi dalam ruang (permukaan bumi) pertama kali akan diikatkan pada suatu titik koordinat berdasarkan titik lintang dan bujur dalam tata koordinat bumi.
Konsep tempat ada dua yaitu tempat yang mutlak dan relatif. Tempat yang mutlak terkait / berdasarkan lokasi astronomis seperti paragraf diatas. Sedangkan tempat relatif terkait dengan tempat lainnya di suatu ruang atau wilayah.

2.      Tempat ssebagai suatu wilayah dapat membentuk suatu pola
Tempat sesuatu yang terpilih dan dipertimbangkan berdasarkan pemikiran rasional umumnya akan membentuk suatu pola. Jika tersebar dalam ruang, tempat-tempat tertentu dapat membuat suatu jaringan yang terpadu dalam mengkaji tempat, dapat dianalisis berdasarkan pola sebarannya, pola keterkaitannya dan pola ketergantungannya.
Identifikasi persebaran objek geografi yang paling efektif adalah melalui peta.
Persebaran memiliki bentuk yang beragam seperti mengelompok, random atau seragam. Dalam penentuannya apat menggunakan analisis tetangga terdekat yang dikembangkan P.J Clark dan F.C Evans.

3.      Pola dan hubungan antar tempat geografi
Pada sejumlah disiplin ilmu seperti planologi (perencanaan wilayah), hidrologi, dan biogeografi sangat berkepentingan mempelajari pola-pola tertentu pada peta. Dalam planologi dikenal pola pengembangan wilayah kota dan desa. Pola-pola persebaran erat kaitannya dengan objek geografi.

4.      Menentukan tempat untuk kegiatan industri
Penerapan ilmu menentukan tempat atau lokasi, banyak dikaji oleh para perencana wilayah dalam kegiatan industri. Tujuannya tiada lain untuk memperoleh lokasi strategi sehingga dapat memperoleh keuntungan yang besar dengan menakn biaya produksi dan meraih pasar yang besar dan luas.

2.3.    Sistem Keruangan Sebagai Pendekatan Dalam Ilmu Geografi
Tempat dan ruang dalam ilmu geografi merupakan objek studi yang utama. Keruangan merupakan suatu pendekatan dalam ilmu geografi karena dengan sistem keruangan yang terintegrasi mampu menyelesaikan masalah yang terjadi di dalam ruang.
Menurut R. Bintarto, analisa keruangan mempelajari perbedaan lokasi mengenai sifat-sifat penting. Dalam analisa keruangan harus memperhatikan penyebaran penggunaan ruang yang telah ada, dan penyediaan ruang yang akan digunakan untuk berbagai kegunaan yang dirancangkan.
Dalam analisis keruangan dapat dikumpulkan data lokasi yang terdiri dari :
1.      Data titik (point data)
Contohnya data ketinggian tempat, data sampel batuan, data sampel tanah dan sebagainya.
2.      Data bidang (areal data)
Contohnya luas hutan, luas daerah perkebunan data luas pertanian padi dan lain-lain.
Beberapa data titik dapat dijadikan data bidang seperti data sampel tanah, dan beberapa titik sampel dapat dijadikan data bidang contoh data curah hujan.
Dalam mempelajari ruang dan persebaran fenomena geografi, pemahaman kepentingan adalah teori difusi. Istilah ini banyak dibicarakan dalam fisika, biologi, sosiologi, ekologi dan sebagainay.
Dalam istilah sehari-hari difusi berarti pemencaran, penyebaran atau penjalaran seperti penyebaran berita dari mulut kemulut, penjalaran penyakit dari suatu daerah ke daerah lain, dan lain-lain.

Dalam geografi difusi mempunyai arti sebagai berikut :
1.      Difusi ekspansi (expantion diffusion)
Merupakan suatu proses dimana materila atau informasi menalar melalui suatu populasi ke populasi lain dan dari suatu daerah ke daerah lain. Terbagi menjadi difusi menjalar dan haskade.
2.      Difus8i penampungan (relocation diffusion)
Merupakan proses yang sama dengan penyebaran keruangan dimana informasi atau material yang didifusikan meninggalkan daerah yang lama dan berpindah atau ditampung di daerah yang baru.

Unsur-unsur dalam proses difusi
Pada analisa Hagerstand tentang difusi keruangan terdapat enam unsur, yaitu
1.      Daerah (area) atau lingkungan proses difusi terjadi
2.      Waktu (time), dimana difusi dapat terjadi terus menerus atau dalam waktu yang terpisah-pisah
3.      Item yang didifusikan, dapat berbentuk material seperti penduduk atau non material seperti tingkah laku.
4.      Tempat asal
5.      Tempat tujuan
6.      Jalur perpindahan yang dilalui.

2.4.    Hubungan Sistem Sosial dengan Sistem Ruang
Pada kenyataannya dilihat dari aspek-aspeknya yakni meliputi hubungan sosial, ekonomi, psikologi sosial, budaya, sejarah dan politik. Ditinjau dari kelompoknya melalui keluarga, warga, desa dan ormas.
Keluarga merupakan kelompok perdana dalam pembentukan kepribadian seseorang, keluaga memiliki kekuatan psikologi dalam pembentukan kepribadian seseorang, perkembangan IPTEK dibidang komunikasi meningkatkan hubungan sosial manusia dari satu ruang geografi ke ruang geografi lainnya, tidak saja satu arah tapi adanya timbal baik/interaksi sosial. Proses ini tidak hanya terbatas pada proses budaya tapi telah meluas keaspek-aspek lain seperti aspek ekonomi dan politik.
Mengingat luasnya cakupan IPS, maka wajib melakukan seleksi agar sesuai dengan kemampuan perserta didik.
Nilai-nilai yang dikembangkan dalam ilmu sosial adalah :
1.      Nilai edukatif
Salah satu tolak ukur keberhasilan IPS, adanya perubahan tingkah laku peserta didik kearah yang lebih baik menanamkan perasaan penghayatan sikap, kepedulian dan tanggung jawab sosial.
Proses pembelajaran IPS tidak hanya terbatas dikelas dan sekolah pada umumnya melainkan lebih jauh pada itu dilaksanakan dalam kehidupan sehari-hari.

2.      Nilai praktis
Pokok bahasan IPS tidak hanya konsep teoritis belaka, tapi digali dari kehidupan sehari-hari (disesuaikan dengan umur dan kegiatan siswa) menurut Peaget IPS bermanfaat secara praktis dalam kehidupan masa depan.

3.      Nilai Teoritis
Pendidikan IPS tidak hanya menyajikan fakta dan data yang terlepas tapi masalah keterkaitan suatu aspek kehidupan sosial dengan lainnya. Dibina dan dikembangkan kemampuan nalar kearah sense of rality i sense of discovery, sense of inguriy, kemampuan mengajukan hiptesis terhadap suatu masalah. Dalam menghadapi kehidupan sosial yang berubah ini kemampuan berteori sangat berguna dan stategis. Disini pendidikan dibina dan dikembangkan.

4.      Nilai filasfat
Menumbuhkan kemampuan merenungkan keberadaanya dan peranannya di tengah masyarakat sehingga tumbuh kesadaran mereka selaku anggota masyarakat, sebagai makhluk sosia.

5.      Nilai ketuhanan
Selaku guru IPS harus menyadari bahwa materi proses pembelajaran apapun pada pendidikan IPS wajib berlandaskan nilai ketuhanan. Kekaguman akan ciptaan-Nya akan menumbuhkan rasa syukur kepada-Nya sebagai kunci kebahagian manusia lahir dan batin.
Nilai  yang wajib dihayati  nilai filsafat yang menjadi kesadaran keberadaan manusia di masyarakat dan lingkungan. Nilai ketuhanan yang menjadi landasan IMTAQ bersyukur atas nikmat, kekaguman atas makhluk ciptaan Tuhan, emosi tumpul berarti lebih mementingkan nilai material dari pada nilai moral/mengorbankan nilai moral demi tercapainy nilai meterial:
1)      Penguasaan materi sebagai landasan kepercayaan.
2)      Anak didik kita tidak kosong sama sekali oleh pengetahuan sosial
3)      Proses pembelajaran mengkaitkan fenomena yang ada disekitar anak dapat  memperkaya pengetahuan, mempertanya penalaran anak mempunyai pengetahuan sesuai dengan penghayatan dan pengalaman kejadian sosial yang nyata dialami dan diamati dapat ditarik ke dalam kelas sebagai bahasan yang menarik.
4)      Makna yang wajib dihayati dalam proses pembalajaran IPS yaitu nilia-nilai kehidupan yang menjadi landasan kebahagian hidup di masyarakat sebagai makhluk sosial.
5)      Pendidikan yang tidak dilandasi oleh nilai-nilai yang bermakna akan menjadikan siswa yang berkemampuan intelektual tinggi namun emosinya tumpul.
Didalam hubungan antara tempat dengan ruang dengan pendidikan IPS mencakup pada kemampuan dalam memahami fakta, konsep dan generasi menganai tempat dan ruang (waktu) dan menerapkannya dalam :
-          Menganalisa mengenai proses kejadian interaksi dan saling ketergantungan anatra gejala alam dan kehidupan dimuka bumi ini dalam dimensi ruang dan waktu.
-           Terampil dalam memperoleh dan mengelola serta menyajikan informasi.
-          Mengkonstruksi masa lalu, memaknai masa kini dan memprediksi masa depan.
-          Menghargai berbagai perbedan serta kemajun sosial, kultur, agama, etnis dn politik dalam masyarakat dari pengalaman belajar peristiwa sejarah.

Share this article on: