Dampak Kenaikan BBM

Kenaikan BBM Berdampak Panjang untuk Harga Barang dan kebutuhan pokok seperti :
Di Kantor Presiden, Senin 24 Juni 2013, Menteri Perindustrian, MS Hidayat, mengatakan, kenaikan upah buruh tahun depan itu pun harus dibatasi sesuai kemampuan pengusaha.

"Saya sudah ketemu mereka, kenaikan kira-kira 10 persen yang bisa dipikul para pengusaha," ujar Hidayat.

"Rumusnya yang kami minta disetujui, yaitu inflation rate plus lainnya," tuturnya.

Karena dampak kenaikan harga BBM, dia menjelaskan, inflasi mencapai 7 persen lebih. Selain itu, kenaikan upah buruh tahun lalu sudah tinggi. Sebagian di antaranya bahkan ada yang mencapai 40 persen.

Pada tahun 2008, tepatnya 24 Mei 2008 pemerintah kembali menaikkan harga BBM dari Rp4.500/liter ke hargaRp6.000/liter karena pada tanggal 23 Mei 2008, crude oil price mencapai harga maksimumnya di harga USD 132,19/barel sehingga menyebabkan peningkatan inflasi kembali mencapai double digit ke 11,06% dan akhirnya kembali Bank Indonesia menggunakan haknya untuk mengintervensi pasar dengan menaikan suku bunga acuan dari 8% ke 9,25% pada akhir tahun 2008. Sepanjang tahun 2008 kurs Rupiah melemah dengan drastis terhadap US Dollar dari Rp9.433,96 ke level Rp11.235,96 pada akhir tahun 2008. 

Jika kita ingat, Tahun 2008 adalah saat dimana terjadinya krisis ekonomi global yang disebabkan masalah subprime mortgage di Amerika yang akhirnya menular ke negara-negara lainnya. Kembali kenaikan harga minyak menyebabkan kurs Rupiah melemah dengan drastis yang kembali disebabkan capital flight karena jelas investor asing mulai merasakan depresiasi asset Rupiah dengan pertumbuhan inflasi yang sebesar itu sehingga tidak heran adanya oversold di bursa saham yang menyebabkan IHSG (Indeks Harga Saham Gabungan) melemah tajam dari 2715,06 ke level 1355,41 (-50,08%) pada akhir tahun 2008. cadangan devisa sepanjang tahun 2008 menurun dari USD 55,999 miliar ke USD 51,639 miliar di akhir tahun 2008.

Share this article on: